Jumat, 15 Desember 2017

Kencan

Kau masih tersenyum lembut di depanku memasang tatap andalan yang selalu membuatku kaku. Baru saja kau bercerita tentang kemacetan yang disertai teriakan lafal suci yang sering kau dengar di Masjid menjelang Sholat Magrib dan kini bisa mudah didengar setiap hari di jalan raya. Tuhan terasa lebih dekat dari biasanya, mungkin benar akan kiamat atau sebentar lagi hidup kita akan tamat. Aku hanya menelan ludah dan mulai mengingat kapan terakhir kali menyentuhkan jidat ke ujung sajadah.

Lampion. Nyala warna rapi yang menaungi kencan kami.
Astagfirullah...