Kamis, 06 April 2017

Kuliah Akan Berakhir, Kenangan Tetap Terukir

Bila kau sedang berteduh di suatu tempat dengan sesekali mengunggah instastories atas bahagia yang selalu kau pamerkan, sampaikan salamku kepada seseorang di sebelahmu yang selalu kau banggakan. Malam ini gerimis sedang merintikkan rindu di ingatanku, menuju waktu-waktu selepas Magrib saat aku masih rutin menjemputmu di depan gerbang, menyalami bapak kostan, menunggu kau keluar kamar, lalu kita berdua melaju di jalanan sembari berdebat menu apa yang mau kita makan. Pertanyaanku masih sama, apa aku akan kau kenang sebagai kisah indah semasa kuliah atau hanya sekedar pengisi sepi karena yang kau tunggu tidak pernah ada waktu?

Gerbang kostan, saksi tunggu juga temu dalam rindu.

Karena tidak ada rindu yang suka dibiarkan menunggu maka aku selalu datang tepat waktu untuk menjemputmu. Kadang kau sudah siap di depan pintu, walau seringnya kau mengabariku untuk menunggu sebentar karena masih siap-siap. Entah siap-siap seperti apa yang kau maksud karena apapun yang kau rias atau kenakan akan selalu terlihat cantik di mataku. Sudahlah, aku tidak terlalu memusingkan penampilanmu, aku hanya tidak enak kala berbasa-basi dengan bapak kostanmu itu. Kau pasti ingat suatu sore saat kita di beranda dan kau tertawa begitu keras hingga aku dimarahi dan hampir diusir dari situ? Juga keributan malam saat kau memintaku mengantarkan susu coklat yang ternyata kau hanya ingin sekedar bertemu denganku? Ah, sepertinya kau lupa, atau aku yang terlalu dalam mengenangmu.

Lulus lebih lama dari teman seangkatan membuatku semakin terbiasa menemui perpisahan, termasuk saat kau wisuda lebih dulu. Ya, untuk seorang kakak tingkat yang kerap jadi buah bibir sekaligus asisten praktikum tercantik buat apa berlama-lama di kampus. Nilai jelas bagus, PKL dan KKN tepat waktu, juga banyak lelaki yang selalu rela berkorban untukmu. Termasuk aku yang selalu mau kau repotkan walau setelahnya tak pernah ada kisah berkelanjutan. Intinya, bisa dekat saja sudah membuatku bahagia apalagi bisa memilikimu lebih lama. Bisa dibilang aku ingin mencintaimu seperti Dimas mendamba Mbak Ruroh. Tulus, sederhana, apa adanya, walau perasaan itu belum jelas balasannya. 

Kini di saat kau mulai sibuk dengan segala urusan pekerjaan dan liburan, bahkan pernikahan, aku baru saja akan merampungkan urusan perkuliahan. Tepat saat semua ini tertulis aku sedang bersiap untuk pendadaran, fase terakhir sebelum berkumpul dengan yang lainnya di yudisium kemudian dirayakan di wisuda. Pada akhirnya segala yang terjadi di masa lalu hanya bagian dari pembelajaran. Namamu mungkin tak tertulis dalam skripsiku, namun tentangmu selalu menjadi daftar pustaka di hidupku. Sebab setiap lirik dari lagu kesukaanmu kini selalu terngiang di kepalaku, menusuk jantung, meletus dengan luapan lara yang tak terhitung.
Oh, you. You turn my whole life so blue 
drowning me so deep, I just can't reach myself again 
Oh, you. Succesfully tore my heart 
now it's only pieces, oh nothing left but pieces of you...
(Ten2Five - You)
Tak perlu menyesal dan bersedih, dulu saat kita dekat juga kau jarang mengucap terima kasih. Santai saja, aku hanya seorang melankoli yang mudah terhanyut memori saat melintasi sudut-sudut jalan yang dulu pernah bersama kita lewati. Selamat menjadi kamu yang kamu mau, bila suatu hari kau membuka galeri dan kau temukanku bersebelahan denganmu, crop saja fotoku asal tidak aku dari hatimu.


Purwokerto, 6 April 2017
Wira Nagara

53 komentar:

  1. Ini tulisan yang selalu kutunggu di Website mu , semoga hatimu dikuatkan dan segera dipantaskan. Berbahagialah! Berbiasalah !

    BalasHapus
  2. Semangatt mas wir... semoga cepat wisuda dan berlapang dada melihat dia bersamanya

    BalasHapus
  3. Mantab mas wira lanjutakan cepet wisuda mas cepet buat buku lagi 😂

    BalasHapus
  4. Imam kaum patah hati andalan guee..

    BalasHapus
  5. Masih jd penulis idola soal patah hati.. cepet wisuda dan bikin buku baru lagi mas wira. Karya mu ku nanti..

    BalasHapus
  6. Mantap djiwaaaa.. terus berkarya bang.. oh iya, semoga lancar menuju wisudanya

    BalasHapus
  7. Kita sama mas, sama-sama paguyuban pengisi kesepian pas dia ga punya pacar :(

    BalasHapus
  8. Semangat menuju wisuda,berbahgialah!! Setiap orang dibumi harus berbahagia. Bahkan, imam kaum patah hati sekalipun.

    BalasHapus
  9. Ah sepertinya kau lupa atau aku yang terlalu dalam mengenangmu

    BalasHapus
  10. sampaikan salamku kepada seseorang di sebelahmu yang selalu kau banggakan

    BalasHapus
  11. Beberapa orang butuh ganti bulan saja untuk berganti perasaan, beberapa lainnya sampai wisuda dengan perasaan yang masih sama

    BalasHapus
  12. Melankolis yang terlalu sadis mas wir

    BalasHapus
  13. gila gila gila tsadest bangggg

    BalasHapus
  14. Julukan imam besar bagi kaum patah hati, memang pantas di sandang mu mas wira

    BalasHapus
  15. Jangan buat saya jadi kaum-kaum baper mu.

    BalasHapus
  16. Cocoookk.. semangat guru !! Cepet wisuda dan bikin buku kedua, sebab masih banyak hati yg belum bisa melupakan lara.

    BalasHapus
  17. ntapsoulllllll......

    BalasHapus
  18. inspirasi untuk kaum patah hati
    ketika perjuangan tersingkir
    saya menunggu anda dikota ukir
    hehheheheheheh

    BalasHapus
  19. inspirasi untuk kaum patah hati
    ketika perjuangan tersingkir
    saya menunggu anda dikota ukir
    hehheheheheheh

    BalasHapus
  20. inspirasi untuk kaum patah hati
    ketika perjuangan tersingkir
    saya menunggu anda dikota ukir
    hehheheheheheh

    BalasHapus
  21. Fix! Gue nangis bacanya. Saya mengalami itu mas, wir. Boleh aku repost di blog pribadiku?

    BalasHapus
  22. Selamat menempuh kehidupan yang baru imam besar patah hati!

    BalasHapus
  23. Selalu menjadi penulis yang baik bang wir. Sukses terus. Terbaeeeek

    BalasHapus
  24. Moco tulisanmu nggarai aku ngguyu. Podo karo critoku. Hahahaha

    BalasHapus
  25. Hampir sama dengan cerita sama bossque tapi itu masih jaman sekolah bukan kuliah 😂😂 justru ditinggal kuliah Haha, #darianakumur19thn 😁

    BalasHapus
  26. mantap... salam buat yang lagi patah hati dan di patahkan lagi..!!! wkwkw

    BalasHapus
  27. Aku merasakan hal yang berbeda di beberapa titik koma di tulisan mu mas, tapi aku selalu merasakan hal yang sama di awal dan di tiap akhir pembatas kalimat baru, seperti diri ku terhimpit di antara kenangan dan realita kita berdua, cukup berbeda gaya tulisan namun terpuruk pada huruf-huruf yang sama :'(

    BalasHapus
  28. Bajingan!!!terlontar darimana kata yg menyambut lara itu bung

    BalasHapus
  29. dan kau selalu bisa membuatku mengingat masa itu!

    BalasHapus
  30. kuliah berakhir perjalanan hidup segera dimulai, saatnya memetik mimpi2

    BalasHapus
  31. Karena tidak ada rindu yang suka dibiarkan menunggu maka aku selalu datang tepat waktu untuk menjemputmu. Kadang kau sudah siap di depan pintu, walau seringnya kau mengabariku untuk menunggu sebentar karena masih siap-siap. Entah siap-siap seperti apa yang kau maksud karena apapun yang kau rias atau kenakan akan selalu terlihat cantik di mataku. Sudahlah, aku tidak terlalu memusingkan penampilanmu ................anjayyyyyyyy

    BalasHapus
  32. Ntah kenapa bang, semua kata-kata yang kau buat itu luar biasa

    BalasHapus
  33. Salut bang wira, kata2 mu banyak yang ngena,,:D

    BalasHapus