Sabtu, 18 Maret 2017

Bersatulah Kaum Patah Hati

Kepada yang lemah raganya juga remuk hatinya..

Mungkin sekarang kau sedang berdiam di kostan sembari menatap tugas dan laporan yang berjam-jam kau biarkan menumpuk tanpa ada niat mengerjakan. Mungkin juga kau sedang keluar rumah sekedar mencari udara segar untuk mengisi rongga hatimu yang lama berdebu. Atau mungkin saja kau malah sedang sibuk mengurai perintah bos demi gaji per bulan yang seringnya habis tanpa bisa kaujelaskan. Apapun yang sedang kau lakukan, berusahalah untuk menjaga konsentrasi, sebab sekali saja kau lengah dan memutuskan membuka sosial media, hancurlah kau digilas kenyataan dari masa-masa terlewatkan.

Satu meja berjuta luka. Dipotret oleh: @lukmanmuh 

Bagaimana tidak? Seseorang yang dengan merdunya sering mengeluh manja itu kini semakin gencar memberitahu dunia akan kebahagiaannya. Lewat pose ngelendot lucu muncu-muncu di bahu, selfie di pantai dengan bias kekasih baru di kacamata yang seakan-akan tidak sengaja, atau foto resmi gaya lembar ijazah dari sang lelaki dan sang perempuan yang ditata sebelahan di meja kantor dengan bumbu caption mau menikah. Ya, seseorang yang pernah kau antarkan ke burjo malam-malam, menemani dia belanja dari pagi buta, mengelus punggungnya saat homesick itu kini tengah tersenyum menuju mahligai rumah tangga.

Kepada yang utuh namun rapuh tegar tetapi hambar..

Sedang apa? Sudah makan? Semalam tidur jam berapa? Nanti ada waktu? Jangan sibuk banget ih! Mau ketemu, aku rindu! Tidak, kau tidak perlu menjawabnya. Aku hanya ingin mengingatkan bahwa rutinitas di pesan masuk ponselmu itu sudah musnah. Kau hanya bisa membacanya sebagai kesombongan semu yang kau gunakan untuk menjawab pertanyaan teman-teman. Mau seakrab apapun kau kini dengan mantanmu tetap saja dia sudah bukan milikmu, mau serenggang apapun hubunganmu sekarang tetap saja dulu dia yang paling kau sayang. Ikhlas belum bisa, balikan takut binasa.

Kau mulai menuju kafe atau kedai kopi atau pasar malam atau antrian BPJS atau apapun itu asal ramai dan bisa meredakan sepi di benakmu saat ini. Karena ke gunung kau malas packing, ke pantai kena panas langsung pusing, ke luar negeri belum fasih berbahasa asing. Tragis. Setiap ruang ingin kau jelajahi lebih jauh, berharap temukan keajaiban yang membuat sakit hatimu sembuh. Namun apa daya, jelajah langkahmu hanya membawamu kembali ke rentetan panjang memori. Depan gerbang kostan yang menampung keriyaan sehabis menikmati konser, atap toko yang kau gunakan untuk berteduh sehabis menonton film di bioskop, juga sekre hima/unit yang jadi saksi kangen-kangenan berkedok tanya jawab basa-basi tentang kepanitian. Kau tidak bisa pergi, kenangan itu akan terus menyapamu lagi dan lagi.

Kepada yang pingine move on malah mati alon-alon..

Begitulah beberapa contoh secuil kisah dari hati yang belum mampu berpindah. Satu masa yang justru selalu kita hindari. Kita lupa untuk menikmatinya, kita terlalu sibuk menolak semua hal yang merenggut bahagia. Santai saja, aku pun turut merasakan hal yang sama. Bingung mau kemana, membuka sosial media hanya cemburu yang menyapa, mendekati sosok baru tak tahu harus memulai dari mana. Payah! Tos dulu lah! :')

Namun pernahkah kau membayangkan suatu hari penantianmu akan berhenti, doa-doamu terkabul, sosok itu datang dan jauh lebih baik dari semua khayalanmu selama ini. Datang dengan kesopanan, membawa ketentraman, memelukmu dalam rasa nyaman. Seikat bunga? Seladang penuh dia persembahkan wanginya! Kau mengusap matamu terus menerus hingga kelopak matamu perih oleh bahagia. Dia nyata, benar-benar nyata! Sakit di hatimu sembuh, hidupmu kembali utuh. Langit berubah merah muda, menaungimu dalam kelembutan awan, kemudian jatuh lewat tetes demi tetes senyuman. Asyik ya?

Asyik ndasmu.

Memangnya kamu sudah merasa pantas mendampingi dia? Mandi saja malas, kamar berantakan, tissue berserakan. Begitu yang namanya siap? Setelah resmi yang-yangan kau dan dia akan berbagi muka di setiap unggahan sosial media loh, memangnya kamu sudah siap menurunkan gengsi? Sungguh suatu hal yang menyebalkan bila setelah berpasangan namun yang kau unggah tetap selfie-selfie goda sana sini. Asli. Ingat; Irama akan merdu jika ada keteraturan, kematangan komposisi, juga musik yang berpadu serasi. Kamu? Sudahkah berpadu dari pikiran, tubuh, sampai perasaan dalam keserasian harmoni lewat komposisi matang tanpa bayang-bayang?

Maka bersatulah kaum patah hati. Sebelum matahari meruntuhkan mendung di matamu, ingatlah kita pernah sama-sama bingung menentukan hidup kemana harus menuju. Jangan lupakan orang-orang yang selalu ada di setiap kau meneteskan air mata. Berterima kasihlah kepada para musisi atas lagu-lagu sendu ciptaannya yang tak pernah absen mengisi sepi. Cium tangan para barista yang lewat racikan kopinya membuatmu mampu melewati hari tanpa perlu minder akan pahit yang hinggap di hati. Peluk erat buku-buku kesayangan yang setiap kata bijaknya membuatmu bisa sejenak menunda luka. 

Karena suatu hari yang pergi akan digantikan, 
saat lalu telah kau ikhlaskan dan hatimu dipenuhi kesiapan.

Kepada kita semua, mari bersulang lara, mari berbagi tawa... 



Purwokerto, 18 Maret 2017
Wira Nagara

Menampilkan foto dari Lukman

54 komentar:

  1. Mari bersulang lara ๐Ÿ‘Œ

    BalasHapus
  2. Berbagi tawa. Sejenak menunda luka ๐Ÿ˜‹

    BalasHapus
  3. Paragraf terakhir ngena banget,mantap bosque

    BalasHapus
  4. Payah! Tos dulu lah bosque~ :')

    BalasHapus
  5. Asyik ndasmu ๐Ÿ˜… Ntaps bozzque

    BalasHapus
  6. Lanjutkan bosque ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
  7. Sadis, bikin betah patah hati๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  8. Wasyem. TOS ndisit lah bosquu~

    BalasHapus
  9. Belum pernah ngerasa patah hati seindah ini..

    BalasHapus
  10. Sadis, bikin betah patah hati๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  11. Kampretttt ,, memangnya kamu sudah pantas mendampingi dia ,, sadessssss mas

    BalasHapus
  12. Jadi pingin patah hati lagi๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  13. move on atau mati alon-alon???

    *tjoeck*

    BalasHapus
  14. Sadiss Mas Wir... jadi makin betah jadi makmumnya patah hati :D

    BalasHapus
  15. Kepada yang pingine move on malah mati alon-alon.. Aku padamu maswirr๐Ÿ˜

    BalasHapus
  16. keren Bang Wira. (y)
    lebih indah patah hati begini dari pada jatuh cinta sendirian...!

    BalasHapus
  17. Toss dulu bosque :') rasane perih vampur kerih wkk

    BalasHapus
  18. Toss dulu bosque :') rasane perih vampur kerih wkk

    BalasHapus
  19. Toss dulu bosque :') rasane perih vampur kerih wkk

    BalasHapus
  20. Awesome bosque.. ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  21. Awesome bosque.. ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  22. Presiden kaum patah hati.. lanjutkand hibur kaum patah hati bosque.

    BalasHapus
  23. patah hati jadi indah sejak ada kamu mas wirrrr.......

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Karena suatu hari yang pergi akan digantikan,
    saat lalu telah kau ikhlaskan dan hatimu dipenuhi kesiapan :(((

    BalasHapus
  27. Kamu bius hati yang terlanjur lara, untuk terbiasa berbahagia di dalamnya.

    BalasHapus
  28. Imam besar memang koe mas wir ๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  29. "Ikhlas belum bisa, balikan takut binasa"

    Halaaahhh... telat bats dah baru mampir blogmu lagi, Mas. Dulu off sih. Lanjutkan menemani kaum patah hati!

    Kalau senggang, bolelah mampir juga kesini: http://janganlupajalan.blogspot.co.id/

    BalasHapus
  30. Mantap mantap mantap sekali bossquee..

    BalasHapus
  31. Namun bagaimana pun bertengkar berdua selalu lebih baik dripada tersenym sendiri

    BalasHapus
  32. Uhuk sekali๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  33. Bang bikin baju khusus buat kaum patah hati donk, pasti bakal laku, apa lagi sekatang banyak orang yang patah hati๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  34. tebarkan jiwa jiwa kesepian mas.. mari membandung~

    BalasHapus
  35. asyik.asyik ndasmu����������kowe tambah gemblung��������

    BalasHapus
  36. yang luka purna, yang indah akan tiba. tosss dulu bosque wkwk

    BalasHapus
  37. biarlah bahagia untukmu, kesedihan itu bagianku :((
    salam dari kaum patah hati mas

    BalasHapus
  38. Gila gila. Ini tulisan macam apa ini. Kenapa begitu menyayat sembilu namun terus mengapung ke awang-awang. Keren!!!

    BalasHapus
  39. wah mantap ne mas kata katanya.. kalau menurut saya mas itu master patah hati hehehe

    BalasHapus
  40. Mari bersulang... Dengan cemburu yang kian meradang wkwkw Joss kang wirr ����

    BalasHapus
  41. Mari bersulang! Mari merayakan patah hati bersama karena dia yang tak kunjung peka~

    BalasHapus
  42. Mari bersulangg,rayakan rapuhnya jiwa yang terasa pahit, seperti seduhan kopi hitam, pahit tetapi sllu ada kenangan yang maniss ����

    BalasHapus
  43. Mari bersulang, bang wira keren mantap jiwa.. Tosss

    BalasHapus
  44. Pecaaaah bang wiraa

    BalasHapus