Sabtu, 20 September 2014

Sebab Aku Mencintaimu

"Lovelypop" [Pensil warna di atas kertas]

Sebab aku mencintaimu..
Aku ingin mengganti darahku dengan namamu
Agar kelak saat kau lupa tentang dirimu, kau bisa membacanya dengan merobek nadiku

Sebab aku mencintaimu..
Aku ingin menutup mataku dengan senyumanmu
Agar kelak saat orang lain adalah alasanmu bahagia, kau mengerti kenapa aku tak lagi bisa melihat dunia

Sebab aku mencintaimu..
Aku ingin mengganti paru-paru dengan keberadaanmu
Agar kelak saat kau pergi, kau mengerti kenapa aku bisa mati

Sebab aku, mencintaimu..
Aku lupa cara berpikir, karena di dalam kepalaku hanya wajahmu yang terukir
Aku lupa cara berjalan, karena di dalam langkahku tiada lagi kakimu yang membuatnya beriringan
Aku lupa caranya hidup, karena di dalam hariku hanya hadirmu satu-satunya yang aku hirup

Sebab aku mencintaimu..
Jangan pergi, aku masih ingin memelukmu..

wirasetianagara@gmail.com

26 komentar:

  1. :') njirrr wir... njirrr... gue musikalisasiin boleh??

    BalasHapus
  2. Keren banget.. @Yani Anisha keren bgt juga musikalisasi nya.. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. (--,)7 makasih bang udah ndengerin~

      Hapus
  3. Itu juga judul puisi aku wira

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Emmuahh bangg...
    Minta poto ame tnda tngn
    .
    Ijin share ah

    BalasHapus
  6. Izinkan kubacakan saat aku bertemu sang pujaan, sebab aku mencintaimu.

    BalasHapus
  7. Sebab aku mencintaimu, Dan kau masih mencintainya 😢😢

    BalasHapus
  8. Sebab aku mencintaimu, Dan kau masih mencintainya 😢😢

    BalasHapus
  9. Sebab aku mencintainya..
    :')
    Untuk kedua kalinya aku jatuh hati pada tulisan ini.

    BalasHapus
  10. salah satu inspirasi dalam bersastra! awalnya liat di stand up comedy. memang berbagi bisa melalui media apapun, sehat selalu dan selalu menginspirasi!!!

    BalasHapus
  11. Sebab aku mencintaimu, aku ingin mengganti hadirku dengan tawamu agar kelak saat org lain adalah alasanmu bahagia kau mengerti knp aku tidak ada lagi di dunia.

    BalasHapus
  12. ruarrrrrr.... biasa... keren om wira

    BalasHapus